Wedanguwuh adalah minuman hangat khas Yogyakarta yang terbuat dari air rebusan jahe, kayu secang, cengkeh (termasuk bunga, batang, dan daun), kayu manis (sekaligus daunnya), pala (beserta daunnya), akar dan daun serai, serta gula batu atau gula merah. Karena terbuat dari bermacam-macam daun, maka disebutlah 'uwuh' yang berarti sampah Jangankaget dengan warnanya, ya. Minuman ini berwarna kemerahan yang berasal dari warna kulit kayu secang. Wedang uwuh dipercaya bisa meningkatkan stamina tubuh. 3. Wedang Ronde Ronde dilengkapi dengan kolang kaling. (Foto: Resephariini.com) Wedang ronde merupakan minuman jahe dengan ditambahkan ronde di dalamnya. Begitubanyaknya jenis rempah yang dimiliki, beberapa daerah di Indonesia memiliki resep wedangnya masing-masing dan sangat nikmat diminum saat cuaca dingin. 1. Wedang Jahe. Minuman hangat yang mudah dikenali di Indonesia adalah wedang jahe. Bahan utamanya sudah pasti harus ada jahe dan sedikit gula kemudian diseduh dengan air panas. PerhatikanJenis Jahe Yang Digunakan. Minuman wedang jahe instan terbuat dari 2 jenis jahe yaitu jahe merah dan jahe putih. Kedua jenis jahe ini selain memiliki kandungan nutrisi yang sama, juga memiliki beberapa manfaat yang sama seperti, menghangatkan perut untuk meredakan nyeri haid, melancarkan peredaran darah dalam menyuplai oksigen Berbagaijenis minuman Nusantara yang dapat digolongkan sebagai pangan fungsional antara lain: wedang jahe, wedang secang, wedang jeruk, beras kencur, kunyit asam, bir temulawak, bir plethok, ronde, sekoteng, bandrek, serbat dan dadih. Sebagai minuman fungsional, minuman tradisional Indonesia juga memiliki khasiat yang penting bagi kesehatan WedangKopi Prambanan, Klaten: Lihat 46 ulasan objektif tentang Wedang Kopi Prambanan, yang diberi peringkat 4 dari 5 di Tripadvisor dan yang diberi peringkat No.1 dari 59 restoran di Klaten. Datang pas jam makan siang, sungguh cocok dengan suguhan menu prasmanan (ala masakan Jawa) dan berbagai jenis minuman yang menggoyang lidah dan . Tanaman jahe sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai bahan dapur. Namun, selain menambah kelezatan makanan, tanaman dengan nama latin Zingiber officinale ini juga dijadikan obat untuk berbagai penyakit. Sekilas tentang Jahe Tekstur rimpang jahe terasa padat, berbelit-belit, kasar, dan memiliki lurik. Tergantung pada varietasnya, daging jahe dapat berwarna kuning, putih, atau merah. Kulitnya berwarna krem hingga coklat muda, dengan tingkat ketebalan bergantung pada tingkat kematangan saat dipanen. Tanaman ini memiliki kandungan seperti kalori, karbohidrat, serat, protein, lemak, gula, asam folat, zat besi, kalium, vitamin B3, vitamin B6, vitamin C, vitamin B2, magnesium, fosfor, dan zinc. Komponen aktif utama dalam jahe adalah gingerol, yang berperan menciptakan aroma dan rasa khas. Gingerol merupakan senyawa antiinflamasi yang kuat dan dapat membantu meringankan rasa sakit. Jahe sarat dengan antioksidan, senyawa yang dapat mencegah stres dan kerusakan DNA tubuh, serta melawan penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru. Untuk memperoleh manfaat tersebut, beberapa orang mengolah jahe sebagai minuman hangat , yakni wedang jahe. Manfaat Wedang Jahe Dihimpun dari berbagai sumber, berikut manfaat wedang jahe untuk kesehatan 1. Penghilang Rasa Mual Wedang jahe dikenal sebagai ramuan yang ampuh menghilangkan rasa mual. Sebagai penghilang mual, wedang jahe sering digunakan untuk menangkal efek samping pemulihan pasca operasi, kemoterapi dan kehaminal morning sickness. 2. Mengurangi Reaksi Alergi Minuman jahe sebagai pereda reaksi alergi telah dibuktikan dalam suatu penelitian. Khasiat tersebut lantaran tanaman herbal ini memiliki efek antiradang yang dapat meredakan reaksi peradangan akibat alergi. 3. Mengontrol Tekanan Darah Minuman yang satu ini ampuh menurunkan tekanan darah dan mencegah penggumpalan darah, sehingga para peneliti menyarankan untuk mengonsumsi wedang jahe guna meningkatkan kesehatan jantung. 4. Rematik dan Osteoarthritis Sejumlah komponen aktif dalam jahe, seperti gingerol, gingerdione, dan zingeron dapat membantu mencegah dan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh nyeri sendi osteoarthritis dan rematik. 5. Menurunkan Berat Badan Minuman jahe dapat membuat seseorang merasa kenyang, sehingga hal tersebut dapat memengaruhi berat badan. Sebuah penelitian terhadap sepuluh pria menunjukan bahwa rutin minum air jahe panas setelah sarapan dapat menimbulkan rasa kenyang lebih lama daripada makan pagi. Selain itu, British Journal of Nutrition melaporkan bahwa tanaman ini dapat mengendalikan kolesterol dan meningkatkan metabolisme, sehingga tubuh lebih efektif dalam membakar lemak. Kendati demikian, perlu adanya penelitian lanjutan terkait manfaat jahe dalam menurunkan berat badan. 6. Pereda Sakit Secara ilmiah, wedang jahe telah terbukti dapat mengobati peradangan. Penelitian menunjukan bahwa jahe dapat membantu menghiliangkan rasa sakit, sakit kepala, kram menstruasi, dan berbagai jenis nyeri lainnya. 7. Mencegah Komplikasi Diabetes Sifat antiradang pada jahe mampu mencegah komplikasi diabetes, seperti retinopati diabetik, stroke, dan penyakit jantung. Untuk memperoleh manfaat ini, para peneliti menyarankan untuk mencampur air jahe dengan bubuk kayu manis. 8. Meredakan Nyeri Haid Manfaat minuman jahe untuk meredakan nyeri haid telah dibuktikan secara ilmiah. Bahkan, suatu penelitian menyatakan bahwa minuman jahe tak kalah ampuh dari obat antinyeri lainnya dalam mengatasi nyeri haid. Studi teranyar menunjukan bahwa jahe sebagai pereda nyeri lebih unggul dari plasebo dan sama efektifnya dengan obat-obatan seperti asetaminofen dan mefenamat. 9. Meningkatkan Imun Minuman wedang jahe dipercaya dapat meningkatkan imun tubuh dan mengurangi stres. Khasiat tersebut diperoleh dari kandungan antioksidan dalam tanaman herbal ini. 10. Mencegah Kanker Dalam suatu penelitian laboratorium, jahe terbukti mampu melawan beberapa jenis sel kanker, di antaranya sel kanker usus besar dan kanker pankreas. Resep Wedang Jahe Ada beberapa resep wedang jahe yang dapat dicoba, yakni wedang jahe biasa dan wedang jahe susu. Resep Wedang Jahe Untuk membuat wedang jahe, siapkan bahan-bahan, seperti 2 rimpang jahe yang digeprek, 1 batang serai yang dimemarkan, gula aren atau gula jawa secukupnya, 1/2 sdt bubuk kayu manis atau 1 batang kayu manis, 1 liter air, dan madu secukupnya. Setelah semua bahan tersedia, siapkan wadah untuk merebus bahan. Masukan air dan panaskan dengan api sedang. Selanjutnya, masukan jahe, serai, gula aren, dan kayu manis ke dalam air, kemudian masak hingga mendidih dan aroma wangi mulai merebak. Jika sudah mendidih, masukan madu secukupnya, aduk, saring air wedang, dan masukan ke dalam gelas. Wedang jahe siap dinikmati. Resep Wedang Jahe Susu Untuk resep wedang jahe susu, gunakan tambahan kopi bubuk agar ramuan semakin nikmat. Selain itu, bisa ditambahkan gula merah atau madu sesuai selera. Adapun bahan-bahan yang diperluakan, yakni 100 gram jahe, 1 sdm kopi bubuk, 2 sdm gula pasir, 6 sdm susu kental manis, dan 600 ml air. Jika semua bahan sudah siap, kupas dan geprek jahe terlebih dahulu, lalu rebus dengan air hingga mendidih. Selanjutnya, tuang dan saring jahe ke wadah berisi kopi dan gula. Tambahkan susu kental manis dan aduk hingga rata. Saring kembali ramuan. Wedang jahe susu siap dinikmati. Jakarta - Wedang atau minuman panas dengan bahan penuh rempah mampu menghangatkan badan. Ada beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya yang menyediakan minuman tradisional uwuh, jahe, dan ronde termasuk varian wedang favorit. Sehingga cukup banyak restoran dan rumah makan menyajikannya. Terutama yang bergaya Jogja atau Solo. Jika ingin menikmati jenis wedang tertentu, coba saja ke Suwe Ora Jamu Foto Suwe Ora JamuKedai jamu bernuansa antik ini punya beragam racikan jamu. Digolongkan ke dalam jamu untuk pria, wanita, anak-anak, sampai jamu untuk berbagai penyakit. Suwe Ora Jamu juga menyediakan wedang. Ada Wedang Ronde yang berisi bola beras ketan dengan kacang tanah tumbuk, disajikan bersama air jahe panas beraroma sereh. Wedang jahe dan wedang uwuh pun bisa dinikmati di Ora Jamu Jl. Petogogan I No. 28BKramat Pela, Gandaria UtaraJakarta SelatanTelp 021-72790590Jl. Warung Jati Barat No. 2Pasar MingguJakarta SelatanTelp 02179008792. Gudeg PrabuGudeg Prabu menyediakan gudeg gaya Solo. Disamping itu, ada aneka wedang di sini. Seperti Wedang Jeruk, Wedang Tape dan Wedang Uwuh. Wedang Uwuh, misalnya, disajikan panas dalam mangkuk tanah liat. Racikannya terdiri dari secang, jahe, daun sirih dan gula batu. Rasanya agak pedas berempah yang membuat badan terasa Prabu Jl. Punak No. 3 Komplek ALPangkalan Jati, CinereDepok Telp 021-70639114, 935022103. Selera MeenerMeski punya andalan hidangan tradisional dan kolonial, Selera Meneer juga menyediakan menu wedang. Seperti Wedang Kacang Tanah dengan kacang tanah berukuran besar yang empuk karena sudah dimasak selama 5 jam. Pelengkap kacang berupa rebusan santan, jahe dan gula merah. Rasanya manis gurih mirip bajigur. Selain itu, terdapat pula menu Wedang Meener Jl. Ahmad Dahlan No. 30Kebayoran BaruJakarta SelatanTelp 021-29055155/574. Mbok Ne An CukKedai dengan lesehan dan meja makan sederhana ini mengusung menu utama ketan susu dan wedang ronde. Varian ketan ada banyak, baik rasa manis maupun gurih. Sebagai penghangat badan, terdapat Wedang Jahe dan Wedang Ronde. Menu Wedang Ronde berisi bola ketan kenyal dan kacang cincang dalam kuah jahe yang menghangatkan. Mbok Ne An Cuk Jl. Inspeksi Kalimalang No. 17KalimalangJakarta TimurJl. Radin Inten II Depan Buaran PlazaJakarta Timur5. Klangenan Gallery RestoFoto Klangenan Gallery RestoRestoran ini menawarkan aneka masakan rumah khas Jawa. Minuman seperti wedang juga tak terlewatkan di Klangenan Gallery Resto. Variannya cukup lengkap. Antara lain Wedang Tahu, Wedang Coro, Wedang Jahe, Wedang Ronde, Wedang Klopo, Wedang Uwuh, dan Wedang Gallery Resto CilandakJakarta SelatanTelp 021-78836806/76. Masakan Rumah Bu EndangIlustrasi DetikfoodMasakan Rumah Bu Endang menyajikan menu Jawa gaya rumahan yang terkenal enak. Membuat banyak publik figur terkenal yang pernah mampir ke sini. Untuk minuman hangat, Bu Endang punya beberapa pilihan wedang. Misalnya Wedang Jahe, Wedang Secang, Wedang Sere, dan Wedang Rumah Bu Endang Jl. Cipete Raya No. 16CJakarta SelatanTelp 021-23717458 msa/odi Jakarta - Di saat udara dingin dan badan kurang sehat karena serangan flu, secangkir wedang kopi bisa menjadi minuman penghangat. Membuat wedang kopi gaya tradisional tidaklah sulit. Bisa diracik dengan aneka rempah lainnya. Wedang kopi juga cocok buat sajian arisan atau acara kumpul keluarga di awal musim hujan ini. Coba simak dulu info lengkapnya berikut Kopi Wedang kopi adalah kopi tubruk atau air kopi yang diseduh langsung di cangkir atai poci dan tidak memakai coffee maker. Jenis biji kopi yang dipakai tergantung selera, bisa Arabica, Robusta, kopi Jawa, Kalimantan, Sumatra atau dari daerah lain. Pastikan kopi bubuk baru digiling dan masih beraroma tajam saat akan Untuk menambah manfaat dari air kopi, bisa ditambahkan kayu manis, serai, cengkih, jahe, lada putih, lada hitam, kapulaga, pekak dan lain-lain. Secara tradisional, rempah direbus bersama air hingga mendidih beberapa saat. Air kemudian disaring dan dipakai untuk menyeduh kopi. Bisa juga air, kopi dan rempah direbus bersama-sama. Tambahan rempah inilah yang memberi aroma dan rasa yang berbeda dan membuat tubuh lebih hangat. Yang terkenal adalah kopi jahe, air direbus dengan jahe dan serai lalu diseduh bersama kopi bubuk. Gula Gula bukan hanya memberi efek manis tetapi juga aksen rasa dan aroma yang berbeda. Bisa dipakai gula pasir, gula palem, gula batu atau gula aren. Sebaiknya potong kecil-kecil agar gula mudah larut. Pemilihan dan pemakaian jenis gula tergantung Sebaiknya gunakan air bersih yang bagus mutunya, tidak beraroma lumpur, tanah atau kaporit. Didihkan air dalam ceret hingga mendidih beberapa saat. Matikan api dan diamkan beberapa saat sebelum dipakai untuk Sebagai tambahan rasa, air kopi bisa ditambahkan creamer, susu cair, susu kental manis, krim segar atau santan encer. Tentu saja air kopi rasanya menjadi lebih gurih. Sebaiknya jangan terlalu banyak memberi tambahan rasa gurih ini agar aroma dan rasa kopi tetap tajam atau kuat. eka/Odi Minuman tradisional dari jahe memang cukup banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Jahe adalah salah satu jenis rempah yang sering digunakan untuk membuat makanan juga minuman. Jahe dikenal memiliki banyak manfaat, seperti mampu menghangatkan tubuh, menambah imun dan bisa meredakan gejala masuk angin. Minuman jahe memang menjadi salah satu minuman herbal yang dipercaya bisa menyembuhkan gejala penyakit ringan. Apalagi saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, minuman jahe bahkan sering diburu karena bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, sudah tahukah kamu apa saja minuman tradisional khas Indonesia yang berbahan dasar jahe? Kalau belum, simak daftarnya berikut ini Wedang Uwuh2. Wedang Jahe3. Bir Pletok4. Bir Kojtok5. Bandrek6. Sekoteng7. Ronde8. Kopi Rarobang9. Sarabba10. Air Guraka1. Wedang tradisional dari jahe yang pertama adalah Wedang Uwuh. Wedang uwuh ini merupakan minuman tradisional yang berasal dari ini belakangan menjadi perbincangan karena dikenal memiliki khasiat bagi tubuh, yaitu mampu meningkatkan imun. Wedang uwuh ini memiliki ciri khas warna merah yang berasal dari kayu secang. Tak hanya menggunakan jahe sebagai bahannya, minuman ini juga dibuat dari cengkeh, pala, gula, kayu manis, jahe dan secang. Wedang uwuh ini juga mampu membuat tubuh kamu terasa hangat saat cuaca sedang Eatery Cafe Yang Cocok Buat Nugas Dan Kerja. Ada Mini Library-Nya!Menikmati Hangatnya 1 Mangkuk Ronde Pak Jakim Saat Udara Dingin Di Blitar Emang Paling Mantep!2. Wedang berbicara soal minuman tradisional dari jahe, rasanya belum lengkap jika tidak menyebutkan wedang jahe dalam daftarnya. Wedang jahe tentu menjadi minuman yang sudah tidak asing lagi di telinga kita semua karena minuman ini sangat jahe ini memang dipercaya memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Selain mampu menghangatkan tubuh, wedang jahe juga mampu meredakan perut kembung, meriang, demam dan pegal. Minuman ini juga mengandung antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dari polusi udara. Sekarang, untuk menikmati wedang jahe ini tak perlu repot lagi karena sudah banyak tersedia minuman wedang jahe instan yang siap Bir tradisional dari jahe yang memiliki banyak khasiat berikutnya adalah Bir Pletok. Meskipun minuman ini namanya bir, namun bir pletok ini sama sekali tidak asal Betawi ini telah ada sejak zaman Belanda yang mana dulu masyarakat Betawi ingin menikmati minum bir, namun karena mengandung alkohol dan mampu menyebabkan mabok, akhirnya mereka membuat bir versi mereka sendiri yang bernama bir pletok pletok ini dibuat dari berbagai rempah-rempah, seperti jahe, pala, adas, cengkeh, kayu manis, serai, kapulaga, gula, daun jeruk, lada dan daun pandan. Minuman ini juga ada yang menggunakan secang untuk menghasilkan warna merah pada minumannya. Sekarang, telah ada sejumlah usaha rumahan yang memproduksi bir pletok yang dikemas dalam botol sehingga minuman ini bisa dinikmati saat hangat maupun Bir Bir Pletok, ada lagi minuman tradisional dari jahe yang berjenis bir’ yaitu Bir Kotjok. Minuman yang berasal dari Bogor ini sama sekali tidak memabukkan, justru memiliki banyak manfaat bagi kesehatan Kotjok ini telah ada sejak tahun 1948 yang awalnya dikenal dengan nama bir penganten karena minuman ini dibuat untuk merayakan acara-acara pernikahan. Minuman ini dibuat dari berbagai rempah-rempah, seperti jahe, gula pasir, gula aren, cengkeh dan kayu manis. Jahe yang digunakan adalah jahe merah karena jahe merah baik untuk sirkulasi darah juga lebih hangat dibandingkan dengan jahe tradisional dari jahe selanjutnya juga masih berasal dari Jawa Barat, yaitu Bandrek. Bandrek ini biasanya dijual bersama dengan bajigur saat malam hari yang dingin karena mampu menghangatkan ini terbuat dari jahe dan gula merah. Bahkan, beberapa penjual menambahkan bahan lain, seperti pandan, serai dan telur ayam. Ada juga penjual yang menambahkan susu dalam minuman ini. Bandrek tak hanya bisa menghangatkan tubuh, namun juga bisa menyembuhkan penyakit ringan seperti masuk merupakan salah satu minuman tradisional dari jahe yang tak kalah populer di Indonesia. Sekoteng biasanya menjadi salah satu minuman yang dicari saat cuaca sedang dingin atau saat musim hujan karena minuman ini bisa menjadi penghangat merupakan minuman yang berasal dari Jawa Tengah dan terdiri dari kacang hijau, kacang tanah, potongan roti, mutiara, susu dan air jahe. Biasanya sekoteng ini dijual keliling dengan menggunakan gerobak yang tradisional dari jahe yang wajib cukup populer berikutnya adalah ronde. Ronde merupakan minuman yang berasal dari Solo dan terdiri dari air rebusan jahe dan pandan. Minuman ini kemudian diberi ronde atau bola-bola ketan yang berisikan gula di ini kemudian diberi tambahan kacang tanah, kolang kaling dan potongan roti. Minuman ini juga kerap dijajakan saat malam hari dan cocok dinikmati saat cuaca sedang dingin. Meskipun diketahui berasal dari Solo, namun ronde ini sebenarnya berasal dari Tiongkok yang kemudian menjadi sajian khas Nusantara setelah mengalami akulturasi budaya Kopi kamu pecinta kopi, maka kamu wajib untuk mencoba Kopi Rarobang ini. Kopi Rarobang ini juga menjadi salah satu minuman tradisional dari rarobang merupakan minuman tradisional Ambon yang unik. Meskipun Ambon bukan penghasil kopi, namun masyarakat Ambon mampu memodifikasi kopi arabica menjadi minuman yang lebih sehat dengan mencampurnya dengan rempah-rempah yang banyak ditemui di Ambon. Kopi ini merupakan kopi arabica yang dicampur dengan ragam rempah seperti sereh, cengkeh, sereh dan kayu manis. Istimewanya, minuman ini diberi kacang kenari di atasnya sehingga terasa lebih merupakan salah satu minuman tradisional dari jahe yang berasal dari Makassar. Minuman ini memang cukup populer di Sulawesi Selatan karena memiliki aroma dan rasa yang sedikit ini dibuat dari campuran jahe, santan, gula merah dan sedikit merica. Biasanya sarabba ini dijual dalam tiga varian, yaitu sarabba original tanpa tambahan lainnya. Lalu ada juga sarabba telur yang mana ditambahkan sebutir telur dalam penyajiannya dan terakhir adalah sarabba susu yang disajikan dengan tambahan susu. Sarabba ini dikenal mampu menghangatkan tubuh serta mengembalikan stamina setelah seharian Air tradisional dari jahe yang terakhir adalah Air Guraka. Air Guraka ini merupakan minuman khas Ternate yang cukup populer karena sangat baik untuk dengan namanya, guraka ini memiliki arti jahe dalam bahasa Maluku. Minuman ini tak hanya terbuat dari jahe, namun juga diberi tambahan gula merah dan daun pandan. Air guraka ini sangat pas bila dinikmati saat cuaca dingin dan bisa disajikan sebagai pendamping makanan ringan, seperti singkong goreng, pisang goreng dan ragam makanan ringan lokal demikianlah 10 minuman tradisional dari jahe yang siap menghangatkan kamu saat musim hujan tiba. Minuman mana nih yang paling sering kamu minum? Enak dan Menghangatkan, Ini 9 Jenis Wedang Asli IndonesiaSiapa yang tak kenal dengan wedang? Wedang merupakan minuman khas Indonesia, biasanya terbuat dari jahe. Wedang menimbulkan sensasi hangat yang menyenangkan ketika diminum. Sensasi hangat ini disebabkan oleh kandungan senyawa zingeron yang ada dalam jahe. Wedang biasanya kerap dicari ketika musim penghujan, saat cuaca tengah dingin-dinginnya. Minuman ini juga paling tepat dikonsumsi bila keadaan tubuh sedang kurang fit, untuk membantu agar tubuh tetap terjaga kesehatannya. Bicara soal wedang, ternyata terdapat beberapa varian khas dari masing-masing daerah di Indonesia. lho. Yuk, simak ini jenis wedang asli Indonesia yang wajib kamu coba!Ini wedang asli Indonesia yang wajib kamu cobaJenis wedang asli Indonesia yang harus kamu coba. Foto Pixabay1. Wedang Uwuh dari YogyakartaSelain dikenal akan gudeg dan bakpianya yang khas, Yogyakarta juga terkenal akan sajian wedang yang disebut wedang uwuh. Uwuh memiliki makna sampah. Eits, bukan berarti wedang yang satu ini terbuat dari sampah, ya. Disebut demikian sebab wedang uwuh terbuat dari air jahe, kayu secang, seluruh bagian cengkeh termasuk bunga, batang, dan daunnya, kayumanis beserta daunnya, akar dan daun serai, daun dan biji pala, serta gula merah atau bisa juga menggunakan gula batu. Dapat dibayangkan betapa penuhnya isian wedang ini, bukan?Dari sinilah muncul istilah wedang uwuh karena wedang ini penuh dengan berbagai isian tersebut, berbeda dengan jenis wedang lain yang cenderung jernih. Meski begitu, soal rasa tak perlu lagi diragukan. Menikmati segelas wedang uwuh sembari menikmati hangatnya Yogyakarta di malam hari adalah ide terbaik yang wajib kamu Sarabba dari Sulawesi SelatanMinuman yang satu ini berasal dari Sulawesi Selatan, tepatnya dari kota Makassar. Terdiri atas jahe, kuning telur, gula aren, santan, serta lada bubuk, minuman ini biasanya disajikan hangat. Sarabba populer sebagai jenis minuman yang dapat memulihkan stamina serta menyembuhkan masuk angin. Sangat pas dikonsumsi ketika cuaca sedang tak menentu begini, bukan?3. Wedang Ronde dari Jawa TengahJika saat ini tengah tren minuman boba, sebenarnya Indonesia sudah punya sajian sejenis sejak dahulu, lho. Sama-sama terbuat dari tapioka, namun tentu saja rasa dan teksturnya berbeda. Populer dengan nama wedang ronde, minuman khas Solo, Jawa Tengah ini terdiri atas air rebusan jahe dan pandan, kemudian ditambahkan ronde alias bola-bola ketan yang telah direbus ditambahkan pula berbagai isian seperti kacang tanah yang ditumbuk kasar, kolang kaling, hingga potongan roti. Hmm, sepertinya hangat dan mengenyangkan, ya. Menariknya, minuman ini sebenarnya berasal dari Tiongkok, namun menjadi sajian nusantara setelah mengalami berbagai akulturasi dengan budaya Bajigur dari Jawa BaratBergeser sedikit dari Jawa Tengah, provinsi tetangganya yakni Jawa Barat juga punya wedang jahe andalan yang disebut bajigur. Minuman ini terbuat dari air rebusan jahe, gula merah, santan yang direbus bersama dengan daun pandan dan ditambah sedikit garam. Bajigur paling nikmat bila disajikan bersama makanan tradisional atau jajanan pasar seperti nagasari, ubi kukus atau pisang dan kacang Bandrek dari Jawa BaratTak hanya bajigur, provinsi Jawa Barat juga masih punya jenis wedang jahe lain yang bernama bandrek. Bedanya dengan bajigur, bandrek cenderung memiliki citarasa yang lebih pedas dan menggigit’ karena berasal dari olahan air rebusan jahe yang kental bersama rempah-rempah dan gula merah tanpa tambahan santan. Biasanya, bandrek disajikan bersama daging kelapa kerok setengah Bir Pletok dari DKI JakartaMeski namanya bir, namun minuman jahe khas Betawi ini tidak mengandung alkohol apalagi memabukkan, lho. Bir pletok justru sangat cocok dikonsumsi untuk menghangatkan badan berkat kandungan rempah-rempah seperti pandan, sereh, kapulaga, kayumanis, merica hitam, serta kayu secang. Kombinasi rempah-rempah ini menghasilkan warna merah yang manis pada minuman Kembang Tahu dari Jawa TengahKembang tahu, atau yang lebih dikenal dengan sebutan tauwa adalah minuman khas Jawa Tengah, tepatnya dari kota Semarang. Minuman ini berbahan sari kedelai atau susu kedelai tawar yang melalui proses pengolahan hingga berbentuk padat seperti tahu putih tetapi lebih rapuh dan lembut, yang disebut sebagai kembang tahu. Kembang tahu ini kemudian disajikan dalam mangkuk bersama siraman air rebusan jahe, gula merah, serta Sekoteng dari Jawa TengahSekilas, minuman ini mirip dengan wedang ronde. Sekoteng terbuat dari air rebusan jahe, ditambah dengan isian berupa kacang tanah, kacang hijau, pacar cina, potongan roti, serta kolang-kaling. Yang membuatnya berbeda dari wedang ronde adalah adanya tambahan susu kental manis, sehingga rasanya cenderung lebih Air Guraka dari Maluku UtaraWedang dari timur disebut Air Guraka, tepatnya di Ternate masyarakat lokal menyebut Guraka atau Jahe. Terbuat dari jahe, gula merah dan juga daun pandan, disajikan hangat dan menjadi minuman yang masyarakat lokal konsumsi saat cuaca sedang dingin atau saat musim hujan. Di beberapa lokasi di Ternate pun, sepanjnag jalannya terdapat warung-warung yang menjajakan Air Guraka dan panganan khas lainnya seperti pisang goreng, singkong goreng dan berbagai cemilan lokal.

wedang kopi wedang jahe dan wedang serbat termasuk jenis minuman